Proses Translasi Biologi pada Sintesis Protein dan Tujuannya

- 14 April 2024, 17:03 WIB
Sintesis Protein
Sintesis Protein /pixabay @publicdomainpicture/

INFOTEMANGGUNG.COM – Setelah proses transkripsi, proses selanjutnya pada sintesis protein adalah proses transaksi. Untuk pengertian lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Penemuan Sintesis Protein Biologi dan Proses Transkrispsinya

Translasi Protein

Proses translasi adalah roses lanjutan dari proses transkripsi pada sintesis protein. Proses ini terjadi di dalam inti sel.

Pada proses transkripsi akan DNA akan membentuk RNA d. Lalu RNA d akan keluar dari inti dan menjadi model cetakan di dalam setiap penyusunan pada rangkaian asam amino.

Di dalam RNA d juga mengandung informasi generik pada runtuan basa. Setiap kombinasi 3 basa yang saling berdampingan, pasti mengandung sandi kodon atau genetik tertentu.

Kemudian akan diterjemahkan ke dalam satu jenis asam amino. Setiap satu rantai RNA d, tidak seluruh bagianya akan menjadi pola cetakan di dalam sintesis protein.

Hanya di bagian tertentu saja, khususnya ruas yang diapit oleh kodon awal atau AUG dan kodon akhir yang berupa UGA, UAG, dan UAA.

Setelah RNA d sampai di ribosome, RNA t akan mengangkut asam amino menuju ke kompleks translasi ribosom. Lalu akan menerjemahkan setiap sandi kodon yang ada id RNA d.

Sementara itu asam amino yang terbawa oleh RNA t akan dirangkai membentuk rantai polipeptida.

RNA t memiliki sebuah kemampuan khusus untuk membentuk rantai polipeptida.

Sebab dalam RNA t ada simpul anti kodon. Kemampuan itu disebut denagn aminoasil t RNA atau RNA t aminoasil.

Kesimpulan dari proses dari translasi sintesis protein adalah proses penerjemahan rangkaian beberapa kodon RNA d hingga menjadi rangkaian asam amnimo polipeptida.

Tujuan Sintesis Protein 

Tujuan dari sintesis protein adalah membentuk dan menyusun senyawa protein di dalam tubuh. Lalu tubuh akan memanfaatkan protein itu beberapa reaksi lain yang terjadi di dalam tubuh.

Salah satu lainya proses pembentukan eritriosit yang mengikat oksigen, membutuhkan peran protein.

Selain eritriosit, sebagain besar dari komponen yang ada di dalam tubuh juga merupakan dari dari susunan protein. Seperti enzim, hormon, hingga membran sel tubuh.

Maka dari itu sangat penting bagi tubuh untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein. Seperti telur, susu, kedelai, hingga daging.

Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua makanan yang mengandung protein bisa digunakan sebagai proses sintesis protein.

Apalagi ada beberapa orang yang memiliki alergi hingga intoleransi terhadap protein.

Baca Juga: Daftar Lengkap Jumlah Kromosom pada Beberapa Hewan dan Tumbuhan Biologi

Sekian penjelasan menganai proses translasi pada sintesis protein. ***

Dapatkan informasi terbaru terkait dunia pendidikan dengan bergabung di grup telegram kami. Mari bergabung di Grup Telegram dengan cara klik tombol dibawah ini:

Kamu juga bisa request kunci jawaban atau info lainnya dengan topik pendidikan.

Editor: Siti Juniafi Maulidiyah

Sumber: scrib.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah