Kasus Tambang Ilegal di Kaltim Temukan Titik Cerah, Polri: Pelaku Pertamanya kan Sudah Kita Tangkap

- 5 Desember 2022, 13:35 WIB
Kasus Tambang Ilegal di Kaltim Temukan Titik Cerah, Polri Pelaku Pertamanya kan Sudah Kita Tangkap
Kasus Tambang Ilegal di Kaltim Temukan Titik Cerah, Polri Pelaku Pertamanya kan Sudah Kita Tangkap /pexels/Ivan/

INFOTEMANGGUNG.COM - Penyelidikan kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur masih terus dilakukan oleh Polri. Kabar terbaru menyebutkan, Polisi sudah menangkap pelaku utama. 

Brigjen Pipit Rismanto selaku Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri menyebutkan sudah mengantongi sejumlah unsur pidana kasus tersebut. 

"Yang jelas tindak pidananya sudah ada. Ya kan pelaku pertamanya kan sudah kita tangkap," ujar Pipit kepada wartawan, Selasa, 29 November 2022. 

Kasus tambang ilegal di Kalimantan pertama kali viral karena adanya video Ismail Bolong yang mengungkapkan adanya praktik ilegal tersebut.  Ia merupakan mantan anggota Polres Samarinda

Kasus ini juga menjadi tanda tanya besar, karena lokasi tambang yang masuk dalam wilayah hukum Polres Bontang. 

Tepatnya di Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat itu, Ismail Bolong merupakan salah satu pekerja. Ia berprofesi sebagai pengepul dari konsesi tanpa izin. 

Pada video viral tersebut, Ia juga mengaku akan menyetorkan uang senilai 6 Milyar Rupiah, ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. 

Baca Juga: Jawaban Soal Peranan Penting Barang Tambang Bagi Perekonomian Indonesia

Namun pernyataan tersebut, akhirnya ia tarik kembali. Ia mengungkapkan, adanya intimidasi serta tekanan dari pejabat Karo Paminal Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan yang masih menjabat pada saat itu. 

Saat kejadian, ia dipaksa dan dibawa ke sebuah Hotel yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ismail mengaku, ia disodorkan kertas dengan sejumlah tulisan yang direncanakan  untuk dibacakan lalu direkam dengan kamera telepon genggam. 

Tidak setuju dengan pernyataan Ismail, pihak Hendra pun membantah tudingan yang dialamatkan padanya. 

Saat ini polri sudah menemukan pelaku utamanya. Namun terkait identitas tersangka masih belum mau diungkapkan secara detail oleh Pipit Rismanto. Karena penetapan tersangka, saat ini masih dalam proses. 

"Yang punya perusahaan belum bisa diambil keterangan," ujarnya. 

Terkait sejumlah uang yang diungkap Islamil Bolong, pada unggahan video. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo masih mengusut tuntas dugaan setoran sejumlah uang terkait tambang ilegal di Kalimantan Timur. 

Hal ini ia ungkapkan pada berita sebelumnya. Sabtu, 26 November 2022. Listyo memastikan, pihaknya akan menuntaskan segera terkait hal ini. Kasus ini akan diusut mulai dari pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ismail Bolong.

“Tentunya kita kan mulai dari Ismail Bolong dulu, nanti dari sana lalu kita periksa,” ungkapnya kepada media. 

Hingga kini, keberadaan Ismail Bolong belum diketahui pasti. Listyo Sigit Prabowo juga memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri yang bertanggung jawab atas kasus ini. 

Untuk mencari dan selanjutnya memeriksa serta memintai keterangan penting dari Ismail Bolong terkait kasus ini.***

Editor: Rian Dwi Atmoko

Sumber: PMJNews


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah