Ratu Elizabeth II Wafat Sebelum Menyerahkan Takhta, Jadi Ratu Terlama yang Memerintah Inggris

- 9 September 2022, 08:17 WIB
Royal Family umumkan bahwa Ratu Elizabeth II meninggal di Balmoral
Royal Family umumkan bahwa Ratu Elizabeth II meninggal di Balmoral /Reuters/Jacob King

INFOTEMANGGUNG.COM - Pada usia 96 tahun, Ratu Elizabeth II wafat saat masih memegang jabatan ratu, Ia telah memerintah Inggris lebih dari 70 tahun bersama 15 perdana mentri yang berganti-ganti. Ratu terlama yang memerintah Inggris.

Sang ratu telah berkomitmen tak tergoyahkan untuk perannya di tengah perubahan sosial dan ekonomi epik dan skandal keluarga. Maka ia menjadi ratu terlama yang memerintah Inggris. Ratu telah membawa Inggris selamat dari perubahan tektonik di masyarakat pasca-kekaisaran negaranya.

Dalam keluarga kerajaan , Ratu menangani tantangan bertubi-tubi karena pilihan romantis, salah langkah, dan ketidakjelasan keturunannya. Ratu meninggalkan mereka hari Kamis di Kastil Balmoral di Skotlandia,  tempat peristirahatan musim panasnya di usia 96 tahun.

Baca Juga: Kondisi Ratu Elizabeth II dalam Pengawasan Medis, Para Dokter Mengkhawatirkan Kondisinya

Kerajaan mengumumkan wafatnya sang ratu secara online, mengatakan ratu telah meninggal dengan damai tanpa  menyebutkan penyebabnya.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya Penguasa yang disayangi dan Ibu yang sangat dicintai. Saya tahu kehilangannya akan sangat terasa di seluruh negeri, Alam dan Persemakmuran, dan oleh banyak orang di seluruh dunia,” ujar Raja Charles III, seperti dikutip Info Temanggung.com dari New York Times.

Sebelumnya, Istana Buckingham mengatakan bahwa ratu terlama yang memerintah Inggris telah berada di bawah pengawasan medis dan bahwa dokternya "khawatir" tentang kesehatannya. Dia tetap tinggal di Balmoral selama sebagian besar musim panas.

Baca Juga: Jejak Karir Sanna Marin Perdana Menteri Finlandia yang Disorot akibat Skandal Pesta Liar

Pada Rabu malam, Ratu tiba-tiba membatalkan pertemuan virtual dengan anggota Dewan Penasihatnya setelah dokter menyarankannya untuk beristirahat. Hari Selasa, Ratu bertemu dengan perdana menteri baru, Liz Truss - perdana menteri ke-15 yang ditangani ratu selama masa pemerintahannya.

Kematiannya membuat putra sulungnya, Charles, ke takhta, sebagai Raja Charles III.  Tahun-tahun panjang Elizabeth II sebagai penguasa ialah masa pergolakan besar, di mana Ratu berusaha untuk melindungi keluarga kerajaan sebagai benteng keabadian yang langka di dunia yang berubah nilai.

Pada penobatannya pada 2 Juni 1953, setahun setelah dia naik takhta, dia mengamati sebuah kerajaan yang muncul dari sebuah kerajaan dengan jangkauan geografis sedemikian rupa sehingga dikatakan bahwa matahari tidak pernah terbenam di atasnya.

Baca Juga: Elon Musk Klarifikasi Dirinya akan Beli Manchester United, Benarkah?

Tetapi pada abad baru, saat dia menavigasi tahun-tahunnya yang semakin maju dengan kelemahan yang semakin meningkat, perbatasan telah menyusut.

Saat Inggris bersiap untuk Brexit di tahun 2020, seruan untuk kemerdekaan di Skotlandia dihidupkan kembali, berpotensi mengancam untuk mempersempit kawasannya lebih jauh.

Bagaimanapun Ratu Elizabeth II telah menyelesaikan tugasnya selama menjadi ratu terlama yang memerintah Inggris. Dan sekarang eranya telah selesai dan berganti dengan era baru yang lebih banyak tantangan.***

Editor: Septyna Feby

Sumber: Nytimes


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah