Ahli Ekonomi yang Beraliran Modern atau Golongan Keynesian Menyatakan Bahwa Teori Kuantitas Mengandung

- 19 Mei 2024, 19:17 WIB
Ahli Ekonomi yang Beraliran Modern atau Golongan Keynesian Menyatakan Bahwa Teori Kuantitas Mengandung Beberapa Kelemahan
Ahli Ekonomi yang Beraliran Modern atau Golongan Keynesian Menyatakan Bahwa Teori Kuantitas Mengandung Beberapa Kelemahan /Pexels.com /cottonbro studio/

INFOTEMANGGUNG.COM - Para pelajar Indonesia, mari kita jawab soal ahli ekonomi yang beraliran modern atau golongan Keynesian menyatakan bahwa teori kuantitas mengandung beberapa kelemahan dan tidak dapat memberikan penjelasan yang baik mengenai sifat hubungan antara penawaran uang dan tingkat harga serta kegiatan ekonomi negara.

Jelaskan kritikan-kritikan tersebut secara lengkap!

Baca Juga: Jawaban Menurut Analisa Anda Teori apa Saja dalam Hal Hubungan antara Konsumen dan Pelaku Usaha Biasa Terdapat

Kritik Keynesian Terhadap Teori Kuantitas Uang

Teori kuantitas uang, yang terkenal melalui persamaan Irving Fisher MV = PT (dimana M adalah jumlah uang beredar, V adalah kecepatan peredaran uang, P adalah tingkat harga, dan T adalah volume transaksi), telah lama menjadi landasan dalam analisis ekonomi klasik untuk menjelaskan hubungan antara penawaran uang dan tingkat harga.

Namun, para ekonom Keynesian menyatakan bahwa teori ini memiliki beberapa kelemahan signifikan dan tidak cukup memadai untuk menjelaskan sifat hubungan yang kompleks antara penawaran uang dan kegiatan ekonomi suatu negara.

Artikel ini akan membahas secara rinci kritik-kritik utama dari sudut pandang Keynesian terhadap teori kuantitas uang.

Pertanyaan:

Ahli ekonomi yang beraliran modern atau golongan Keynesian menyatakan bahwa teori kuantitas mengandung beberapa kelemahan dan tidak dapat memberikan penjelasan yang baik mengenai sifat hubungan antara penawaran uang dan tingkat harga serta kegiatan ekonomi negara.

Jelaskan kritikan-kritikan tersebut secara lengkap!

Halaman:

Editor: Mariyani Soetrisno

Sumber: Kemdikbud


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah