Marketplace Guru PPPK, Ide Nadiem Solusi atau Masalah Baru?

- 29 Mei 2023, 09:37 WIB
Marketplace Guru PPPK, Ide Nadiem Solusi atau Masalah Baru?
Marketplace Guru PPPK, Ide Nadiem Solusi atau Masalah Baru? /Instagram @nadiemmakarim/

Seorang praktisi pendidikan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, mengatakan konsep sistem yang akan dibuat mungkin seperti Marketplace, tapi jangan menyebutnya sebagai Marketplace, itu menyinggung para guru.

Gagasan yang dicetuskan oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim, banyak yang menilai secara positif. Dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), terlepas dari istilah yang digunakan, menyampaikan bahwa ide platform yang disampaikan Nadiem sebagai salah satu solusi dari panjangnya proses birokrasi seleksi guru PPPK. Disampaikan juga, alur birokrasi seleksi yang ada saat ini, banyak menimbulkan ketidakjelasan nasib dari para lulusan nilai ambang batas P1.

Nadiem sendiri menyampaikan, dengan adanya sistem perekrutan menggunakan platform Marketplace ini, pola perekrutan tenaga guru tidak akan lagi dilakukan secara terpusat, namun bisa diselenggarakan secara real time.

“Marketplace untuk guru adalah suatu database yang nanti akan didukung secara teknologi. Di mana semua sekolah dapat mengakses siapa saja sih yang bisa menjadi guru dan siapa yang saya mau undang untuk menjadi guru di sekolah saya,” jelas Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Kebudayaan Nadiem Makarim, di rapat bersama Komisi X DPR RI.

Baca Juga: Ragam Strategi Pemetaan Murid, Para Pendidik Harus Paham!

Nadiem pun juga menjelaskan, untuk dapat masuk dalam platform tersebut, akan ada 2 syarat yang harus dipenuhi oleh para guru.

Persyaratan pertama, guru yang akan terdaftar adalah guru honorer yang telah lulus penilaian ambang batas sebagai calon ASN. Sedangkan persyaratan kedua, guru yang akan terdaftar merupakan lulusan dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan atau guru baru yang sudah menyelesaikan program PPG.

“Karena kriterianya sudah ketat, semua guru atau calon guru yang masuk ke dalam marketplace ini sudah berhak untuk mengajar di sekolah-sekolah kita. Jadi, calon guru ini lebih fleksibel untuk mendaftar dan memilih lokasi mengajar tanpa harus menunggu lagi proses perekrutan secara terpusat,” ujar pendiri dari aplikasi Gojek tersebut.***

Halaman:

Editor: Kun Daniel Chandra

Sumber: YouTube DPR RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x